PEMBELAHAN SEL

Mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung (Setjo, 2004). Hal ini dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi: profase, metafase, anafase, dan telofase.

Mitosis terjadi di dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang). Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dan bertujuan untuk mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti secara berturut-turut.

Mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus-menerus. Pada praktikum kali ini digunakan akar bawang merah (Allium cepa) karena jaringan akar bawang merah (Allium cepa) merupaskan jaringan yang mudah ditelaah untuk pengamatan mitosis (Sugiri, 1992).

Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel iduknya.

Urut-urutan terjadinya mitosis adalah sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

By mathrijal08 Posted in Tips

ALAT PENCATAT GEMPA

Salah satu peralatan yang penghitungannya menggunakan kaidah logaritma adalah alat pencatat gempa, seismograf, yang hasilnya dinyatakan dalam skala Richter. Skali ini pertama kali ditemukan oleh Charles Richter pada tahun 1935.

Skala Richter ditentukan dengan menggunakan rumus R = logM – logMo dengan M = amplitudo terbesar yang mencatat seismograf (dalam mm) dan Mo = amplitudo terbesar pada gempa level nol dalam episentrum yang sama. Mo ditentukan dengan hampiran dan bergantung pada jarak antara episentrum dan instrument.

Kerusakan yang ditimbulkan gempa skala richter adalah sebagai berikut :

 

Skala Richter (R)

Akibat

R < 3.5

3.5 ≤ R < 5.4

5.4 ≤ R < 6.0

6.1 ≤ R < 6.9

7.0 ≤ R < 7.9

R ≥ 8.0

Terekam oleh seismograf

Dapat terasa; jarang menimbulkan kerusakan

Kerusakan ringan pada bangunan yang konstruksinya baik; kerusakan parah pada bangunan yang konstruksinya buruk

Kerusakan hingga daerah dengan radius 100 km

Gempa besar; kerusakan terjadi pada daerah yang luas

Kerusakan terjadi pada daerah hingga radius ratusan kilometer

By mathrijal08 Posted in Tips

PENEMUAN YANG MENGGELISAHKAN

Di antara sumbangan Phytagoras dalam bidang matematika adalah penemuannya tentang hubungan bilangan bulat dengan nada C, F, G dan C rendah serta antar padanannya pada sembarang skala. Dari penemuan itu, ia maju dan sampai pada keyakinan yang kuat bahwa semua keselarasan, keindahan dan seluruh alam dapat dinyatakan/dihubungkan dengan bilangan bulat. Bahkan, planet yang sedang bergerak menurut lintasannya akan memancarkan keselarasan bilangan bulat di angkasa yang disebut musik “bola-bola angkasa” . Tidak cukup sampai disini, para pengikut Pythagoras juga menamakan bilangan genap perempuan, sedangkan bilangan ganjil laki-laki, kecuali bilangan 1 (bilangan 1 dianggap sebagai penghasil semua bilangan). Perkawinan dilambangkan dengan bilangan 5 yang merupakan jumlah bilangan perempuan pertama yaitu 2 dan bilangan laki-laki pertama yaitu 3.

Ketika fantasi yang menarik ini muncul, ditemukanlah bilangan yang sekarang disebut bentuk akar. Bilangan ini memiliki ciri yang sangat “menjengkelkan”, karena bagaimanapun keadannya bilangan ini tetap tidak bulat.

By mathrijal08 Posted in Tips

Pemikiran Penulisan Simbol Aljabar

Sebelum orang menggunakan x² sebagai symbol xx, x³ sebagai simbol untuk xxx dan seterusnya, dahulu orang merasa kesulitan untuk menuliskan suatu persamaan dengan derajat yang lebih dari satu. Pada saat itu, simbol-simbol x, y, z dan seterusnya sudah digunakan untuk menyatakan bilangan yang belum diketahui nilainya. Namun, ketika mereka dihadapkan pada bilangan-bilangan yang berpangkat tinggi, misalnya n, sangat tidak praktis apabila dituliskan dalam bentuk perkalian x sebanyak n kali. Dengan demikian, diperlukan symbol yang sederhana untuk bilangan-bilangan tersebut. Pada abad ke-17 matematikawan Perancis, Rene Descartes, menjadi orang pertama kali menggunakan a, b dan c untuk menyatakan bilangan yang telah diketahui nilainya. Pada saat itu, Descartes mulai menggunakan symbol x² untuk xx dan sebagainya. Sejak saat itu persamaan aljabar dapat dituliskan dalam bentuk yang sudah modern.

By mathrijal08 Posted in Tips

Metode Hungaria

METODE HUNGARIAN

Masalah Penugasan merupakan kasus khusus dari masalah linier programming. Dalam dunia usaha manajemen sering menghadapi masalah yang berhubungan dengan penugasan optimal dari bermacam-macam sumber yang produktif atau personalia yang mempunyai tingkat efisiensi yang berbeda-beda untuk tugas yang berbeda-beda pula.

Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang termasuk dalam masalah penugasan.

Penempatan Karawan Pada Suatu posisi Jabatan Di Perusahaan

Suattu perusahan mempunyai empat posisi jabatan yang kosong. Sang Direktur telah memmpunyai empat kandidat yang akan ditempatkan pada keempat posisi jabatan tersebut, tetapi sang Direktur belum bisa memutuskan kandidat mana yang akan ditempatkan pada jabatan yang mana. Dengan menggunakan data kelebihan/kekurangan dari setiap kandidat, sang Direktur dapat menggunakan metoda penugasan untuk membantunya membuat keputusan.

Pembagian Wilayah Tugas Salesman

Seorang manager pemasaran akan menempatan beberapa salesmannya di beberapa wilayah pemasaran produknya. Berdasarkan data prakiraan keuntungan yang akan diberikan oleh setiap salesman di setiap wilayah pemasaran, sang manager dapat menjadwalkan penugasan salesman tersebut dengan bantuan metode penugasan.

Pembagian Tugas Dalam Suatu Tim Renang Estafet

Seorang pelatih mangasuh empat perenang yang akan ditentukan di nomor estafet gaya ganti. Dikarenakan keempat perenang yang ada di bawah asuhannnya menguasai dengan baik setiap gaya, maka pelatih dapat menggunakan bantuan metoda penugasan untuk membantunya membuat keputusan penempatan perenang, berdasarkan pada data waktu terbaik masing-masing perenang di setiap gaya.

Tehnik pemecahan yang tersedia untuk masalah penugasan yaitu metode Hungarian. Untuk metode Hungarian jumlah sumber yang ditugaskan harus sama persis dengan jumlah tugas yang akan diselesaikan.

Untuk menyelesaikan masalah penugasan, biasa digunkan metoda Hungarian. Metoda ini merupakan modifikasi dari Metoda Transportasi. Untuk dapat diselesaikan dengan menggunakan metoda Hungarian ini, maka data dari masalah tersebut harus dipresentasikan dalam bentuk tabel penugasan seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1 : Masalah Penugasan

Assigment/Assigne 1 2 n
1 A11 A12 A1n
2 A21 A22 A2n
..

.

n An1 An2 Ann

Pada tabel 1, A11, A12 hingga Ann mempresentasikan data keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang ditimbulkan oleh setiap assignee dalam menyelesaikan suatu asignment. Misalnya A11 adalah data yang mempersenytasikan keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang ditimbulkn oleh assignee 1 dalam menyelesaikan assignment.

Pada masalah penugasan ini, disyaratkan suatu penugasan satu-satu, sehingga jumlah assignee dan assignmentya harus sama. Bila pada suatu masalah ditemui adanya jumlah assignee dan assignment yang berbeda, maka perlu ditambahkan suatu assignee/ assignment dummy untuk menyamakan jumlahnya. Penambahan baris/kolom dummy ini merupakan langkah awal dalam pembuatan tabel penugasan.

Setelah data terpresentasi dalam bentuk tabel penugasan, maka kita dapat langsung menyelesaikannya dengan menggunakan metoda Hungarian. Dalam penyelesainnya, maslah penugasan ini terbagi dua masalah yaitu masalah masimisasi dan masalah minimisasi. Pada masalah maksimisasi,data yang tersaji adalah data keuntungan, dan pada masalah minimisasi data yang tersaji adalah data kerugian.

Metode Hungarian dibagi 2 :

  • Menugaskan untuk mencari penghematan biaya (minimisasi).
  • Menugaskan untuk mencari keuntungan maksimal (maksimisasi).

Baca lebih lanjut

Grup Siklik dan Isomorfisma

Grup Siklik

Pada Bab sebelumnya, telah dibahas mengenai grup dan subgrup siklik. Pada sub pokok bahasan ini akan dijelaskan suatu orde dari suatu grup yang setiap unsurnya dapat ditulis sebagai perpangkatan (positif atau negetif) atau perkalian dari suatu unsur tetap dari Grup tersebut. Grup yang seperti ini dinamakan Grup Siklik.

Definisi  (terhadap perkalian)

Grup (G, .) disebut siklik, bila ada elemen a ∈ G sedemikian hingga G ={an | n ∈ Z}. Elemen a disebut pembangun dari grup siklik tersebut.

Definisi  (terhadap penjumlahan)

Grup (G,+) disebut siklik, bila ada elemen a ∈ G sedemikian hingga G ={na | n ∈ Z}.

Definisi Secara Umum

Misalkan (G,*) adalah suatu Grup dan a ∈ G, maka generator a yang membangun suatu subgrup [a] dinamakan Subgrup Siklik dari (G,*).

Baca lebih lanjut

APLIKASI STRATEGI CINA KLASIK DALAM CATUR 2

APLIKASI STRATEGI CINA KLASIK DALAM CATUR

C. Memancing Harimau Turun Gunung

“Harimau” adalah musuh yang kuat. “Gunung” adalah benteng pertahanannya. Harimau harus dipaksa turun gunung, karena di medan yang datar, ia lebih mudah ditangkap daripada di wilayahnya sendiri. Di dalam permainan catur, “harimau” berarti musuh yang harus ditaklukan (Raja) dan “gunung” adalah buah yang paling kuat yang melindungi sang Harimau (Menteri).

Contoh partai :

  1. e2 – e4                                     d7 – d6
  2. d2 – d4                                    Kb8 – d7
  3. Gf1 – c4                                  g7 – g6
  4. Kg1 – f3                                  Gf8 – g7
  5. Gc4 x f7+                                Re8 x f7?
  6. Kf3 – g5+!                              Rf7 – f6
  7. Md1 – f3#

Pada langkah keenam, sang raja tidak dapat kembali ke baris delapan karena jika tidak Menterinya akan digarpu atau dijepit oleh kuda putih.

Contoh partai :

  1. e2 – e4                                     e7 – e5
  2. Kg1 – f3                                  Kb8 – c6
  3. Gf1 – c4                                  Kg8 – c6
  4. Kb1 – c3                                 Gf8 – e7
  5. d2 – d4                                    e5 x d4
  6. Kf3 x d4                                 d7 – d6
  7. 0 – 0                                        0 – 0
  8. h2 – h3                                    Bf8 – e8
  9. Gc1 – f4                                  Kf6 – d7?
  10. Gc4 x f7+!                              Rg8 x f7
  11. Kd4 – e6!!                               Rf7 x e6
  12. Md1 – d5+                              Re6 – f6
  13. Md5 – f5#

Apabila di dalam suatu partai sebuah Raja hitam sudah menjejakkan kakinya di baris keenam pada sepuluh langkah pertama, partai itu sudah dapat diramalkan akan menjadi milik putih.

Baca lebih lanjut

By mathrijal08 Posted in Catur

APLIKASI STRATEGI CINA KLASIK DALAM CATUR 1

APLIKASI STRATEGI CINA KLASIK DALAM CATUR

36 Strategi Klasik CINA adalah filsafat-filsafat perang yang terkenal (selain Naskah Tiga Belas Bab karya Sun Tzu). Sampai sekarang, tidak diketahui siapa penulisnya. Ketiga puluh enam strategi itu dibagi menjadi enam bagian. Tiga bagian digunakan saat situasi sedang diatas angin dan tiga bagian lagi saat situasi sulit. Ketiga puluh enam strategi ini kebanyakan dilatarbelakangi zaman Tiga Kerajaan (Sam Kok).

Pihak-pihak yang dilibatkan dalam strategi klasik itu ada yang dua pihak, ada juga yang tiga pihak. Strategi yang hanya melibatkan dua pihak sangat mungkin diterapkan dalam permainan catur. Namun, yang tiga pihak sangat tidak mungkin diterapkan adalah “membunuh dengan pisau pinjaman”, “mengamati kebakaran dari seberang sungai” atau “mengapung Wei untuk menyelamatkan Zhao”.

Di sini saya akan mencoba menafsirkan beberapa strategi itu ke dalam permainan catur. Tepat atau tidaknya penafsiran saya itu tergantung dari daya khayal anda untuk menangkapnya. Silakan menikmati.

  1. A. Mencuri Kambing Sambil Lalu Baca lebih lanjut
By mathrijal08 Posted in Catur

HAL YANG TERPENTING DALAM PERMAINAN CATUR

A. QUALITY (KUALITAS)
Sudah jelas setiap pemain selalu mengusahakan agar lebih unggul kualitas daripada lawannya. Namun, perlu diingat bahwa keamanan Raja harus selalu dijaga. Penyerangan kualitas hanyalah serangan simultan sampai mendapatkan kesempatan terbaik untuk me-mat-kan aja lawan.

B. TEMPO (KECEPATAN LANGKAH)
Faktor kecepatan juga ikut berbicara agar dapat memenangi permainan catur. Bisa saja pemain yang powernya lebih unggul daripada lawannya akhirnya takluk karena lamban menyusun strategi untuk menyerang.

C. POSISI
Ini juga merupakan salah satu syarat agar tidak ingin kalah. Penting sekali bagi pemain untuk menempatkan buah-buah caturnya di petak-petak yang baik untuk menyerang maupun bertahan.

D. RUANG
Semakin luas ruang yang anda kuasai, semakin lawan tertekan dalam setiap langkahnya.

By mathrijal08 Posted in Catur

PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN INTELEK SISWA

PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN INTELEK SISWA

Tujuan pendidikan meliputi tiga aspek yaitu kognitif, efektif dan psikomorik, akan tatapi dari ketiga aspek tsb aspek kognitif lah yang memiliki pengaruh paling besar pada hasil belajar anak tsb. Karena kemampuan kognitif itu berkaitan dengan kemampuan mengingat, berfikir dan persepsi..

Beberapa hal yang berkaitan dengan intelektual menurut “Gagne” adalah

1.Persepsi ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara objek-objek        berdasarkan cirri-ciri fisik objek yang satu dengan yang lain

2. Konsep ialah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara golongan-golongan objek sekaligus membuat generalisasi dengan mengelompokkan objek-objek yang memiliki satu atau lebih cirri yang sama.

3. Kaidah ialah kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang membentuk satu pemahaman baru.

4. Prinsip ialah kemampuan menggabungkan beberapa kaidah sehingga membentuk pemahaman yang lebih tinggi untuk membantu memecahkan masalah.

PERKEMBANGAN EMOSI PADA USIA REMAJA

Baca lebih lanjut

By mathrijal08 Posted in Tips